BREAKING NEWS

Apakah Flossing Perlu Dilakukan Setiap Hari

GoNusantara.id - Menyikat gigi dua kali sehari menjadi langkah utama dalam menjaga kebersihan mulut. Namun, sikat gigi memiliki keterbatasan dalam menjangkau ruang sempit di antara gigi.


Sisa makanan dan plak yang tertinggal di area tersebut dapat menumpuk apabila tidak dibersihkan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk membersihkannya adalah flossing atau penggunaan benang gigi. ( MyDentismile )

Mengapa Sikat Gigi Belum Cukup?

Permukaan depan, belakang, dan bagian atas gigi relatif mudah dijangkau oleh sikat. Berbeda dengan sela gigi yang sempit, terutama pada orang dengan susunan gigi yang cukup rapat.

Makanan berserat, daging, atau serpihan makanan kecil dapat terselip dan bertahan cukup lama. Apabila dibiarkan, area tersebut dapat menjadi tempat penumpukan plak dan menimbulkan bau tidak sedap.

Flossing membantu menjangkau sisi gigi yang saling berhadapan dan bagian dekat garis gusi yang sulit dibersihkan menggunakan sikat.

Manfaat Flossing untuk Kebersihan Mulut

Melakukan flossing dengan benar dapat membantu:

  • Mengangkat sisa makanan di antara gigi.
  • Mengurangi penumpukan plak pada sela gigi.
  • Menjaga kebersihan area sekitar gusi.
  • Mengurangi penyebab bau mulut yang berasal dari sisa makanan.
  • Melengkapi rutinitas menyikat gigi sehari-hari.

Walaupun demikian, flossing perlu dilakukan dengan lembut. Menekan benang terlalu kuat ke arah gusi dapat menimbulkan luka atau rasa tidak nyaman.

Kapan Waktu Terbaik untuk Flossing?

Flossing dapat dilakukan sebelum atau setelah menyikat gigi. Hal terpenting adalah membersihkan sela gigi secara menyeluruh dan menjadikannya sebagai kebiasaan rutin.

Sebagian orang memilih melakukannya pada malam hari agar sisa makanan yang terkumpul sepanjang hari dapat dibersihkan sebelum tidur. Namun, waktu yang paling baik adalah waktu yang paling mudah dilakukan secara konsisten.

Cara Menggunakan Benang Gigi

Ambil benang gigi dengan panjang yang cukup, kemudian pegang menggunakan kedua tangan. Masukkan benang secara perlahan di antara dua gigi tanpa menghentakkannya ke arah gusi.

Lengkungkan benang mengikuti sisi salah satu gigi, lalu gerakkan naik dan turun dengan lembut. Ulangi pada sisi gigi di sebelahnya dan gunakan bagian benang yang bersih untuk sela gigi berikutnya.

Apabila sela gigi cukup lebar, dokter gigi mungkin menyarankan penggunaan sikat interdental. Sementara itu, orang yang menggunakan behel atau restorasi tertentu mungkin memerlukan alat pembersih khusus.

Bagaimana Jika Gusi Berdarah?

Gusi dapat mengalami perdarahan ringan ketika seseorang baru mulai membersihkan sela gigi. Namun, perdarahan yang terus terjadi, disertai bengkak, nyeri, atau bau mulut sebaiknya tidak diabaikan.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penumpukan plak, karang gigi, atau gangguan pada jaringan gusi. Pemeriksaan diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui secara tepat.

Membersihkan sela gigi merupakan bagian dari perawatan harian, tetapi kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Informasi mengenai pemeriksaan dan pilihan perawatan gigi dapat ditemukan melalui website MyDentismile. Dokter gigi dapat membantu merekomendasikan alat pembersih sela yang sesuai dengan kondisi gigi dan gusi pasien.

Posting Komentar