BREAKING NEWS

Mencicipi Babi Guling sampai Bebek Betutu Otentik di Restoran di Ubud


GoNusantara.id - Bagi pemburu kuliner, Ubud adalah salah satu destinasi paling menggoda di Bali. Hidangan khas Bali yang otentik mudah ditemukan di sini, dari warung legendaris hingga dapur rumahan yang diwariskan lintas generasi. Yang lebih jarang ditemui adalah pengalaman mencicipi Babi Guling, Bebek Betutu, hingga Sate Be Pasih dalam satu rangkaian penyajian yang utuh, dinikmati di teras terbuka yang menghadap lembah hijau. Pengalaman itulah yang ditawarkan CasCades, restoran di Ubud yang berada di kawasan Viceroy Bali, Banjar Nagi, di atas lembah yang dialiri Sungai Petanu. 

Babi Guling dan Bebek Betutu dalam Satu Rangkaian

Dua hidangan paling ikonik dari dapur CasCades Restaurant & Bar hadir dalam rangkaian Rijsttafel Bali, sebuah pengalaman bersantap yang dirancang untuk dinikmati berdua. Babi guling disajikan bersama sosis babi khasnya, menghadirkan tekstur kulit yang renyah dan daging yang gurih sebagaimana lazimnya disajikan dalam berbagai perayaan masyarakat Bali.

Bagi banyak wisatawan, babi guling menjadi salah satu hidangan yang paling dicari saat berkunjung ke Bali. Di CasCades Restaurant & Bar, hidangan ini menjadi bagian dari Rijsttafel Bali, sehingga tamu dapat menikmatinya bersama sajian khas Bali lainnya dalam satu pengalaman bersantap.

Sementara itu, bebek betutu dimasak dengan bumbu betutu, racikan rempah yang kompleks, yang meresap hingga ke serat daging bebek yang dipanggang perlahan. Hasilnya adalah hidangan dengan cita rasa kaya, harum rempah, dan daging yang lembut. 

Sate Be Pasih yang Sering Disalahpahami

Satu hal yang menarik dari sajian Bali di sini adalah Sate Be Pasih, sate ikan khas Bali yang kerap tertukar dengan sate lilit. Keduanya berbeda. Sate Be Pasih dibuat dari potongan atau fillet ikan berbumbu yang ditusuk pada bilah bambu pipih, bukan dari adonan ikan cincang. Sate lilit adalah makanan yang menggunakan adonan ikan cincang berbumbu pada batang serai atau bambu dan lekat dengan upacara adat.

Perbedaan ini membuat Sate Be Pasih menawarkan sensasi yang lain, yaitu tekstur daging ikan yang tetap utuh dan lembut dengan bumbu yang menempel sempurna di permukaannya. Bagi yang baru pertama kali mencoba, hidangan ini sering menjadi kejutan paling menyenangkan dalam rangkaian ini.

Perjalanan Rasa yang Lebih Lengkap

Rijsttafel Bali menghadirkan beragam kuliner khas Bali dalam satu rangkaian hidangan yang saling melengkapi. Selain Babi Guling, Bebek Betutu, dan Sate Be Pasih, pengalaman bersantap ini juga mencakup berbagai hidangan lain yang memperlihatkan kekayaan cita rasa Bali. 

Rangkaian diawali dengan rujak buah tropis bersaus gula aren, kemudian berlanjut ke Kuah Be Pasih, sup ikan tradisional dengan barramundi, udang, kerang lokal, dan pepaya muda. Setelah itu, hadir Pepes Ikan berbahan mahi-mahi yang dibumbui dengan bumbu Bali, Cumi Suna Cekuh yang dimasak bersama kencur dan santan, Babi Menyat Nyat berupa iga babi yang dimasak perlahan dengan kecap manis, serta Ayam Pelalah dengan sambal matah yang segar. 

Setiap hidangan disajikan bersama nasi kuning beraroma rempah dan aneka pendamping khas Bali, seperti lawar, jukut urab, serombatan, urap, serta bawang goreng, sebelum ditutup dengan pilihan jajanan manis tradisional. Di luar Rijsttafel Bali, menu Indonesian Heritage di CasCades Restaurant & Bar juga menghadirkan hidangan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Beef Rendang berbahan pipi sapi khas Sumatra, Sop Buntut, Nasi Goreng Kambing, hingga Mie Goreng Cakalang dengan ikan cakalang asap. 

Bagi tamu yang ingin mengenal kekayaan cita rasa Bali tanpa harus berpindah-pindah tempat, Rijsttafel Bali menjadi cara yang menarik untuk menikmati berbagai hidangan khas dalam satu pengalaman bersantap yang utuh. 

Suasana yang Ikut Membumbui

Bagi pencinta kuliner, konteks tempat makan sering kali sama pentingnya dengan makanan itu sendiri. Di sini, seluruh rangkaian hidangan dinikmati di teras terbuka yang menghadap Lembah Maha Raja, dengan suara samar Sungai Petanu yang mengalir jauh di bawahnya. Udara sejuk Ubud, hijaunya lembah, dan aroma rempah yang terhirup dari meja menciptakan pengalaman bersantap yang melibatkan seluruh indera, bukan sekadar lidah.

Tips Menikmati Kunjungan Kamu

Restoran buka setiap hari dari pukul 11 pagi hingga pukul 9 malam. Menjelang senja menjadi waktu yang banyak dipilih tamu karena cahaya keemasan yang menyinari lembah menciptakan suasana yang berbeda. Luangkan waktu yang cukup agar setiap hidangan dapat dinikmati tanpa terburu-buru. 

 

Bagi kamu yang sedang menyusun daftar kuliner untuk liburan berikutnya, restoran di Ubud ini layak masuk ke dalam daftar kunjunganmu. Pastikan meja kamu tersedia dengan melakukan pemesanan lebih awal melalui halaman reservasi di situs resmi CasCades Restaurant & Bar, terutama jika kamu mengincar waktu makan malam atau kursi di tepi teras dengan pemandangan lembah terbaik.

Posting Komentar